Sesat (V.II)
Tiba-tiba merah berpijar
Anyir darah dan bias merah sekelilingku
Tiada takut kala jiwa terbelenggu putus asa
Hanya tatapan pasrah menghampa……
Dan perlahan kaupun mewujud,
Berbalur merah tubuh bertelanjang dada
Di pijar matamu kuberkaca
Menatap keangkuhan tak berbatas
Ditirus wajahmu kutemukan seribu luka
Bayang-bayang kecewa…….
Bermahkotakan kutukan kuasa untuk api yang abadi
Kau ulurkan tangan,
Tawarkan cangkir kehidupan….
”Reguklah, dan jaman akan bersujud dikakimu”
Kau sodorkan keabadian padaku
”Jika tiada jalan datanglah padaku”
Berat dan gelap suaramu membujuk
Perlahan jemari meraih
Mencengkram cangkir kesejatian
Merah-kental hangat menelusuk
Jauh menembus sumsum tulang yang membatu
Ragu ku amati, merah kental bergolak
Seperti magma pekat mendidih
Lalu keraguan merundung………….
Haruskah….????
* S.A.