Dari Pintalan Waktu
Kuhampiri langit malam yang terpecah oleh kelebat cahaya
Gerimis tak jua menebas percik api nan silih berganti
Ramai ini…..gempita kini…
Dan remang mendekap
Dalam dingin membeku seputarku.
Serpih gerimis menampar
Gelegar halilintar berontak
Aku makhluk yang terjebak jutaan kata
Terperosok kubangan tanya…
Dengan tubuh letih meringkih,
Namun tidak jiwaku………………….
Jiwaku jauh mengembara
Ke dunia tak berjejak
Ke ruang tak berbatas
Ke waktu yang nisbi
Merengkuh misteri yang tak pernah kumengerti
Tersungkur dalam kekosongan
Tertatih dalan hampa melangkah
Hingga tak kukenali arah datang dan pergi.
Jasadku terdera…….
Namun jiwaku terlalu lelah mengecap perih dari siksa dan karma.
Hingga pelarianku hanya buahkan kalut dan keterasingan
Berontak dengan keterasingan dunia yang kupijak,
Akhirnya jasadku harus menyerah pada waktu
Menikmati setiap rejam perih
Melebur harap dan keinginan
Memerdekakan jiwaku dalam sakit yang tak terpahami.
* Untuk Dunia yang semakin renta…….
ya..siksa akan karma karna karma karena karma selalu ikut
suzein — January 2, 2009 @ 8:53 am