Semerah cuaca
Ku cairkan kesaksian pada kelam dinding malam
Bukan…Bukan hanya kali ini aku tersapu derasnya waktu
Sebab kesepian tlah lama mengurungku
Menyisihkan dan membelenggu……
Labirin sepi dan pengap ruang.
Kembali kutepikan tubuh pada mahligai mati
Dan kusisihkan sekerjap keletihan
Lalu penat….lunglai….
Jiwaku menghampa…………….
Diam……diam……diam…..
Luka nadiku membuka jalan cairan putih abu-abu
Selotip-selang bertaut…..
Tabung bernoda darah…..
Hidupku matiku…..
Tetes demi tetes…..
Hingga luluh dan kembali tersungkur….
Dalam hening yang hampir sama mati.
*Awal Pagi, RS Jakarta……Menggenggam darahku……
Smoga kau cepat sembuh bang!!!
HAIL YEAH!!!
RyO — January 8, 2009 @ 6:01 pm