Sampah !!!!!






         

December 26, 2008

The Pain Is Real

Filed under: Uncategorized — hate-qs @ 1:38 pm

Perih merejam ulu hati

Tertatih….sendiri…..

Tiada bertanya, hanya merasa

Sakit ini semakin menjadi.

Kutepiskan tangan-tangan yang inginkan aku disini

Aku hanya singgah, sejenak meminta

Tusukan jarum dipembuluh

Lepaskan reaksi didarahku

Hentikan sakit yang membelenggu

Bayang lampu dan langit-langit ruang mengabur

Kamar putih semakin memutih…..silau…..kabur…..

Dan kesenyapan membunuh waktu…..

Gerak perlahan melambat…..

Suara-suara semakin menjauh…..

Sakit perlahan menghilang……….

Lalu terkulai layu, meringis tanpa daya….

Memendam perih yang lebih sakit dijiwaku.

 

*UGD RS. Jakarta, awal pagi 26 Dec’08

Dan aku terkapar lagi…………..

December 23, 2008

Akhir Hujan

Filed under: Uncategorized — hate-qs @ 11:06 am

Akhir hujan……

Disudut gelap dan ketinggian kurangkai kembali jutaan repih benak

Memintal kata……hembuskan resah dalam desah

Berusaha mengusir dingin dan pengap dari tembok kesendirian

Jauh diseberang pandangku, jendela buram biaskan bayangmu

Masih seperti dulu, hanya silhoutte tubuh dan gerai rambutmu

Sayup isak terdengar sertai getarmu…………..

“Apa yang kau tangisi, wahai silhouette malam”

Pertanyaan yang selalu kusertakan pada angin

Berharap lirihku terdengar olehmu………

“Apakah kita terjerat dalam kesepian yang sama dalam ruang-waktu berbeda”

Hanya kosong tanpa jawab………

Purnama membayang diantara mendung pekat,

Malam begitu dalam menyimpan misteri

Dan kita sama terpasung dalam gelap tak bernama

Terpisah jutaan jaman ketika awal mengakhiri segalanya…

Gerimis perlahan menisik permukaan

Ribuan bulir kenangan terhempas…pecah menggenang…..

Telah usai doa……..

Telah hilang harap……..

Kusambangi ribuan jaman mencari wujudmu

Berharap kutemui jiwamu terperangkap dalam jasad

Agar kusambut dan raih jemarimu

Menuntun lentikmu menyentuh bibirku 

Namun hanya hampa…..hanya kecewa……….

Bayangmu selalu pergi kala kuhampiri

Sisakan desir beku, meninggalkan kekosongan tak terbilang

Seribu jaman kusambangi

Hanya pualam tua terpahat namamu

Rapuh berlumut belatung jaman

Ditengah puluhan makam dan jejeran nisan

Diantara belukar dan tepian pepohonan muram meranggas.

Akhir hujan,

Purnama kali ini kuteriakan namamu

Melolongi jaman demi jaman yang kulalui

Hanya silhouette tubuh dan gerai rambutmu……

Hanya syahdu isakmu bergetar iringi tangismu,

“Apa yang kau tangisi, wahai silhouette malam”

Kita jiwa yang sama terperangkap dalam sunyi,

Dalam ruang-waktu berbeda…………

Dalam pencarian cinta yang tak kunjung usai……..

*Insomnia, 24 Dec’ 08 

Untukmu…….!!!!!!!!!!

Filed under: Uncategorized — hate-qs @ 2:56 am

Redupkan lentera…….

Jiwa sepi urung menepi

Mengurai jutaan kabut kelam

Mengutuk perih masa silam

Haruskah tetap berlari, jasadku?

Sedang kenyataan seperti bayang tak terpisah….

Jejak dosa tak terbilang…..tak hilang…..

Lalu untuk apa hidup ini ?

Kutemukan waktu terbujur kaku diraut wanita tua sudut senen-Jakarta

Kutelusuri kalut dimata binal penggoda Kota Tua

Tersungkur dalam derita dunia yang selama ini terpijak !!!!!!

Hey, Kau…………!!!!!!!!!!!!

Aku muak, lelah, renta, perih tersakiti………………….

Kapan kau hamparkan jawab ke hadapan takdirku ?

Sedangkan karma telah kubakar kehadiratmu….!!!!!

Aku muak……..Aku ingin pulang…….

………………..Masih sepi selimuti, tanpa jawabmu….tanpa parasmu….

December 17, 2008

Pekat

Filed under: Uncategorized — hate-qs @ 12:09 pm

Malam pekat, tak nampak satu bintang dalam keranda malam

Henyak terdiam, jutaan benak poranda dalam kalut…

Dalam sakit yang diam….

Akankah kematian menjemput ?

Menutup perih ribuan cerita tak terkisah, sudahi sakit tak terganti.

Kurasakan semakin dekat waktu,

Jarak dan pandangku semakin mengabur

Perih semakin menusuk pembuluh otakku

Ingin sudahi namun jiwa berontak…..aku bukan pengecut !!!!

Akan kukangkangi perih hingga batasku

Dan kulepas jasadku dengan senyum kemenangan.

December 1, 2008

Malaikat Hitam

Filed under: Uncategorized — hate-qs @ 9:15 am

Belenggu mengekang…..

Beku hamparan waktu membatu didepanku

Kusambut lirih rintihmu dengan torehkan luka dinadiku

……….”Minumlah, dahagamu hanya kan terbasuh olehku…”

Purnama kali ini adalah kesedihan, digerayangi kecewa dan kepedihan….

Iringilah langkahku, walau onak-duri merobek tapak kaki

Pekat darah telah membaptis nestapa dalam getah dosa

Membai’at kesadaran dalam keruh waktu melaju

Genggamlah percaya….agungkanlah jiwa…..

Sebab penuntun adalah kesadaran…..bukan aku dan setapak kecil yang terjalani

Cintailah luka, sayangi kecewa….cukupkan rasa permainkan imaji

Hidup bukan rengekan cengeng dari tangisan bayi,

Kuhamparkan nyawa pada altar keabadian tuk selamatkanmu….

Penebusan atas ribuan sakit yang teralami

Perih ini hanya secuil kecil dari makna penyaliban

Dengan tiang pancang terbalik dan langit yang berlutut dikakiku

Kecaplah, hingga pahit-manis tinggal ilusi

Dan malam tinggal selubung tak berbingkai.

*Untuk perih yang menikam ulu hati, tengah malam buta 01 Des’2008