Hilang
Bisu seputarku
Ingin benar aku beranjak
Namun getir kecewa tegas menjejak
Akan kemana jiwa sepi menepi ?
Hanya sunyi dan keheningan yang mati
Lara telah melebur air mata
Cukup sudah kutelusuri sudut malam
Usai sudah ku sambangi makam kebenaran
Jiwaku luluh dalam dekap kegelapan
Sepenggal petang langkah mengembara
Separuh hidup telah kuserahkan
Bulat diriku dalam pelukmu
Dalam beku dan meranggasnya waktu.
Kesendirian adalah takdir
Seperti penantianku pada wujud
Lelah mengaduk waduk kesedihan
Pahatkan putus asa….
Menoreh nadi merah….
Selalu saja harap menghampa
Mengejar parasmu
Butakan mataku
Bulan biru luruh dalam endap kesedihan
Mimpi tinggal mimpi
Hanya dingin selimuti diri
Tiada yang kuberi….tiada makna terpahami
Setiap kujemput terbit matahari merah
Selalu saja kudapati binarmu…..
Tahukah kau seperti apa pahitnya sepi ?
Getirnya sendiri ?
Hanya ada kau dan imaji….
Hanya ada aku dan rasa yang termiliki
Hingga kini semua berasa basi
Wangimu telah pergi
Mengarak beserta mendung
Mengangakan luka tak terbilang…….
Dalam………..