Simpul Benak Dan Nisan Rasa
Repih kenangan cekam dilema rasa
Kesempurnaan merenggut kesadaran
Bias abu-abu menutup aura kesejatian
Hingga dibatas harap dan khayal hanya bisu tertinggal
Apakah mimpi seketika teraih tanpa bumbu luka dan air mata,
Atau tetap menjadi pengimpi tanpa meraih nyata yang terkadang pahit ?
Tersungkur dan teronggok dalam kalut keinginan
Dan menjauhi realita depan mata.
Aku tak ingin lari, pun tiada ingin berdiam
Kepalan tangan semakin keram dalam keras genggam
Dingin membentur-dentam benak dalam lelap
Sekeras inikah hidup ?
Wajah kaku-bisu menatap langitberjelaga
Sekelam remang kehidupan malam
Tiada makna yang sebenarnya kini
Absurd tak terjabar kata…….
Hanya rasa dan kebesaran jiwa
Finally, you can kill the pain….
You can reach and touch your God
Because God create by you, you can make your own God
God aren’t you but God in you……
God can be everything that you want
Till you find your way and answer your question
Sometimes you’ll never find the same way
Brain have nothing without heart
Lonely is destiny………………….
*Penghujung malam, tengahi riuh halilintar dan guruh gemuruh.