Sepotong Keindahan
Kau-aku hanyalah awal dan akhir
Air mata tinggal penawar luka
Walau kesedihan membayang
Selama kau-aku bersisian
Segala aral kan tertempuh.
Biarkan renyah mengalir…..
Pecahan beling harap biar terserak
Hancurkan saja setiap tembok yang kau temui
Segala makna norma dan dogma bagiku semu
Dan nyata adalah kita,
Sudahi kebohongan terhembus waktu
Bagiku engkau adalah kesucian
Adalah rahim yang menelurkan sang adam
Adalah misteri tak berbatas……………
Jalani ini seperti adanya
Sebab hanya ini yang kita punya
Ketika sinis mata memandang
Serta umpatan maki membahana
Melangkah saja disisiku
Karena kita tak pernah beku
Selama kehangatan sambangi setiap jelang kecupmu.
Kubiarkan buta menutupku
Dan gelap selimuti
Hingga cahyamu menghampiri
Jutaan beban terbebat tanggal sudah
”Kini hanya tinggal kita berdua.”
*Sepotong keindahan dari ”Hanya Tinggal Kita Berdua; Koil”