Resah
Sebotol beer bawah kelabu langit Jakarta.
Kucengkeramkan jemari tepat dinadimu,
Bertarung dengan waktu dan mesin menderu
Aku disini kini……..
Mengais sisa yang dititipkan jaman padaku
Memintal imaji seiring nafasmu
Senandung angin dan gesekan ranting pohon kota
Dan kesedihan terlupakan disini.
Aku ingin lupa….
Terlupa akan semua
Angkara murka dan perihnya jaman
Seperti jerat yang melesakkan nafas
Membunuh keindahan hidup
Hempaskan sadar hingga ke dasar hitam.
Aku tak ingin lari…….
Hanya sejenak terlupa
Karena kubutuh udara untuk bernafas
Tanpa beban dan lesakkan dada.