Untuk Kesendirian
Jingga kini, sebentar lagi hidup terbenam
Kembali membelah sepi diatap malam
Dan waktu kusudahi dibatas ada dan ketiadaan.
Jiwaku urung menepi………..
Jasadku legam terdera……….
Malaikat neraka menyambutku,
Dibawah pucat purnama dan rapuh nisan tak bertuan….
Kabut keabadian songsongku,
Melepas pijak dihamparan lumut abu-abu
Hingga sepi…..hanya sepi…..
Dan dingin selimuti.