Lagi-lagi tulisan aneh
Bukankah kesunyian milik masing-masing, sayang ?
Jadi usaikanlah sedih, sudahi tangis….sebentar lagi erat genggam lepas sudah
Kita tak lagi berada ditepi yg sama
Ada samar sekat memisahkan mimpi dan realita
Antara kau…aku.
Memendam duka dalam luka,
Meredam perih dalam sunyi isakmu
Peluk terakhir….mengelus helai rambutmu
Merekam berjuta memori tentang kenangan
Diakhir kecup, sembab matamu menatap…
”jangan tinggalkan aku…” nanar matamu berucap
Berat nafasku terhela,menggantung jawab
Yg tiada mampu penuhi tanya
Hanya diam….dingin yg beku…
Alam membawa kabar hujan
Lewat gerimis yg membasahi helai-helai rambutmu.
Enggan rasa beranjak, berat kaki melangkah
Sulit rasa membuka tabir semesta
Beranjak dari mimpi yg kita bangun bersama
Menguapkan angan tuk milikimu
Coba ingkari hati bila inginkanmu.
Sebentar lagi pagi,
Kita sama mengurai waktu…
Menyimpan sebanyak mungkin garis wajahmu
Untuk sebuah perpisahan yg entah sampai kapan.
*Tol Cikampek, Dari sebuah mimpi kosong medio Qhendary, March 29, 2003