PENGKHIANAT !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Banyak yang berubah, sobat….
Ternyata umur dan kedewasaan tidak menjamin kesadaran kita untuk membuka hati dan nurani untuk berusaha bertahan dengan kebenaran yang dulu pernah kita perjuangkan dijalan, semoga kau masih ingat itu. Bisa jadi kita hanya tersudut oleh keadaan dan berpura-pura lupa (atau tak mau tahu lagi?) dengan cita-cita kita dulu, ingatkah kau, sobat ????
Masih segar dalam penciumanku anyir darah yang mengalir dari tubuh dan kepala teman-teman kita yang ketiban sial terkena pentungan, tersepak, atau yang paling sial terserempet peluru.
Masih terang dalam penglihatanku wajah-wajah bonyok dan biru lebam dari mereka yang baru saja “diamankan”.
Masih tersisa panas dan perih dari lontaran gas airmata dan jelaga hitam yang mengangkasa dalam kesumat amarahku.
Masih ingatkah kau ?!?!?!?!?!?!?!
Dan kini……..
Tiba-tiba seolah tiada kukenali kau,
Kemana larinya semangatmu ketika berkoar-koar dipodium, membakar semangat sahabat-sahabat kita yang sudah terlalu muak dengan ketertindasan dan kesewenangan ????
Kemana perginya nurani yang merindukan keadilan dari sistem yang hanya berpihak pada segelintir golongan ????
Kemarin suara itu membuyarkan memoriku dari peristiwa seputar 8 tahun lalu,
Engkaukah itu, sobat ????
Suaramu masih dapat kukenali….namun nada itu ????
Jiwa itu bukan kau yang dulu !!!!!!!!!!
Nada itu justru mengingatkanku akan sesuatu yang benar-benar membuatku sedih sekaligus muak !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Kaukah itu, sobat ????
“Hallo, bos….apa kegiatanmu sekarang ?”
“Kapan kau balik ke sini ?”
“Mending balik sajalah, ngapain susah-susah tanpa ada kepastian.”
“Kesini sajalah.”
“Jangan takut, saya banyak dapat proyek.”
“Tenang saja, saya kenal beberapa pembesar dan tokoh dipusat.”
“Sudah ada beberapa tender yang saya dapat dari si “anu”, adik menteri “anu”, dia kebetulan teman bertugas di departemen “anu”, sekantor dengan saya.”
“Jangan takut, saya bisa atur. Saya tinggal minta persetujuan mereka.”
“Ok ? Saya tunggu.”
Geraham gemeretak, tiba-tiba amarah kembali membakar dada
Sedih, marah, kecewa….
Separah inikah jaman ?
Merubah jiwa-jiwa merdeka menjadi budak dan manusia-manusia tak tahu malu ?
Maaf, sobat….
Sekarang kita tak sejalan,
Aku bukan makhluk yang semudah itu takluk dengan keadaan
Menjual harga diri demi pemenuhan kebutuhan materiil yang tak pernah ada habisnya,
Tidak, sobat !!!
Aku bukan manusia sepicik itu,
Seharusnya kau tahu……..
Kutinggalkan
kota kecil itu karena aku muak dengan seputarku
Bukan rahasia lagi banyak kebusukan dan intrik yang semakin menjadi
Dan orang-orang seperti kau akan membela diri dengan nada yang sama ;
“Kita mesti merombak system dari dalam !”
BULLSHIT !!!!!!!
Seberapa lama kau mampu bertahan dengan arus yang menekanmu
Saat kau menyerahkan dirimu untuk masuk dan bergabung didalamnya
Saat itu pula kau jual harga dirimu untuk bisa bertahan !
Bukan rahasia lagi, jika satu suku yang memegang tampuk kepemimpinan tertinggi
Maka otomatis semua posisi-posisi vital ditempati oleh golongannya…
Hah……..FUCK !!!!!!!!
Itu sudah bagian dari sejarah bukan ????
Dan sampai saat ini belum terganti !!!
Senior-senior kita yang dulu memperkenalkan perjuangan kepada kita
Justru sekarang menjadi motor dari kepentingan-kepentingan subjektif
Dan tentu saja, hasilnya adalah posisi bagus dipemerintahan lokal
Dan kantong yang tebal !!!!
Mereka telah mengambil pilihan,
Berpihak pada satu golongan tertentu….bahkan sarat dengan sukuisme
Dan kau kini salah satunya !!!!!!!!!!!!!!!!
Aku pun bisa seperti itu, sobat
Bukan karena tidak ada kesempatan,
Tapi justru aku menghindari gesekan yang terjadi dalam keluarga besarku !
Mereka pernah datang memintaku untuk masuk lewat jalur “istimewa”
Dan tentu saja kutolak dengan marah !!!!!!!
Masih kuingat wajah-wajah memerah
Ketika kulontarkan kata-kata pedas kemuka mereka,
Dan orang tuaku begitu bijak untuk menerima keputusanku
Tapi tidak untuk mereka….mereka malu dan marah
Merasa terhina oleh manusia bego yang baru tamat kuliah.
Yang berani menceramahi mereka mengenai kesamaan hak
Bukan hanya karena dia keluarga si “anu” atau anak dari pembesar “anu”
Tapi lebih dari itu,
Semua mesti lewat jalur yang seharusnya,
Mempunyai moral, kemampuan, dan talenta
Dan kalian mengataiku tak hormat pada orang yang lebih tua !!!!
Kau kutuk aku sebagai ponakan….sebagai cucu yang tak tahu diuntung !!!!
Terserah………aku tak perduli !!!!!!!!
Paling tidak aku bukan golonganmu,
Walau mungkin pertalian darah memang ada
Namun aku berusaha tak mengikuti langkahmu.
Aku mengukir jejakku sendiri, sobat
Dan orang tuaku adalah sosok-sosok bijak yang menyerahkanku pada semesta,
Untuk ditempa dengan kesulitan, bahkan maut sekalipun
Agar mampu menjadi manusia yang utuh.
Mungkin tak punya apa-apa, mungkin tak pernah sempurna,
Namun menjadi jiwa yang bahagia…
Tanpa harus menjadi apa.
Qie…
Rin 9ak tau km napa
But,sometimes
orang emg disudutin ma sikon yg susah em9.
WisuDa KerJa — October 4, 2006 @ 10:47 am
Gw ga napa2 kok, hanya sedih ngeliat org2 yg ga berpendirian…org2 lemah yg menyerah dgn keadaan, n’ mengkambinghitamkan hidup.
Qie — October 4, 2006 @ 6:32 pm
BRING THE TRAITORS !!!
MAKE EM BURN IN YOUR SOUL!!!!
PUNKSnotDEAD — October 5, 2006 @ 2:59 am
Hm… jadi mengingatkan gw akan mereka!!!!!!!
Amie — October 9, 2006 @ 3:33 pm
Ah, gw jadi inget pembicaraan kita bbrp waktu lalu Q, sedikit bnyk coz tulisan di The Innocent Rebel (masih ma lo kan??? simpen baek2 buku gw!!!), ada artikel ttg apa yg lo sebut ‘pengkianat’
Kok gw malah tersenyum manis ya Q pas baca tulisan lo?
Ato karna hal seperti ini sudah gw bahkan kita duga sebelumnya? Ato karna memang sudah banyak ‘pengkhianat2’ yang beredar di depan mata kita??? semuanya hanya bikin kita semakin muak semakin muak dan semakin picik
Memang gak bisa disamain hal yg lo pegang, yg gw pegang dan apa yg mereka pegang.
Mungkin banyak yang bilang, maybe something happen to them n make they change, mungkin, probably, tapi kok hanya mereka aja yang berubah?? Seinget gw, gw pun mengalami banyak hal n lo pun juga, apa kita berubah?? Iyalah! Kalo statis itu namanya robot.
Tapi berubah yang seperti apa?? Hanya kita yg tau perubahannya…..
Comment ‘sometimes orang emg disudutin ma sikon yg susah em9’…. hmmm….Apa sikon yang membuat mereka berubah? Mangnya sikon tuh apa? Ato bahkan siapa? Mangnya si sikon punya hak apa tuk merubah seseorang? Mangnya ‘mreka2’ gak punya pendirian sampe2 mengalah karna sikon dan merubah semua hal yang selama ini ‘mreka yakini dan mreka pegang’?????
Gw gak mau bilang ‘mereka lemah’ or whatever lah!! Mangnya sampe kapan dia mau mengalah karna sikon? Lah malah jadi plin plan donk???!!!
Arrgh!!! Mengalah karna sikon?? Gw pernah cerita ma lo kan Q gimana ‘beratnya permainan dan godaan’ di t4 gw gawe. Mungkin kalo gw mau ‘sedikit mengalah dan mengikuti derasnya arus’…wow!!! gw gak tau bakal jadi seperti apa. Mungkin gw dah punya pengganti kara ma netra yang lebih canggih kali ya?? ;)) mauuuuu dwonk!!!! huehueheuhueheu, ouch!!! Gw tau banyak orang yang bakal kecewa, termasuk ortu ma org2 yg berkeliaran di seputaran gw…
Gw tau gw bukan hakim yang berhak menjudge seseorang atopun kelompok orang karna berbeda ‘pandangan’ dgn gw, gak tuh!! Arrgh kalo ngeliat mreka….mungkin gw sama seperti lo lah Q, entah apa yang ada di otak ma hati gw, mixed up!! Campur aduk!! Dari muak, sedih, perih, gak nyangka or whateverlah!! Tapi mangnya siapa gw yang berhak merubah orang lain? Toh gw hanya seseorang yang mencoba menikmati kehidupan dengan begitu gw tau kalo gw hidup.
Btw ‘temen lo’ kenal ma gw gak??? Kan katanya dia kenal ma org2 pusat….. heuheuheuehuehueheuheuheuhue orang yang aneh!!!!
-' meytri '- — October 12, 2006 @ 9:09 pm
tau ah gelap
herlina — October 14, 2006 @ 2:05 am
q, tulisanmu yang satu ini membuatku lagi berpikir dengan apa yang ada di hadapanku, dan juga tentu dengan apa yang ada sekarang bahkan yang ada di belakangku.
ya gitulah q,…
sejauh apakah aku bisa menantang kenyamanan dan materi?
sejauh manakah aku bisa menantang diriku untuk lagi berada dalam keadaan yang tidak pasti?
kembali berjuang untuk mencari tahu kapasitas diriku yang sebenarnya dan menemukan hal-hal baru dan menantang di luar sana atau tetap duduk disini?
…..
aku hanya berusaha untuk tidak mengabaikan tugasku, kerjaku dan bahkan arti diriku dalam kehidupan ini…untuk orang-orang yang mengasihi dan menyayangiku, dan selalu ingat tuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan..walau jasad dan waktuku tak selamanya bersama mereka…
Lo kok jadi mellow yah?
nyambung nda seh
need time to think….
need brave to act….
wish i can.
NeeNa — October 21, 2006 @ 6:32 am
Kenapa mesti menantang materi ?
Kesalahan terbesar adalah ketika kita telah DIPERBUDAK MATERI, ketakutan kita untuk kehilangan dan semakin membabibuta mencari, selalu merasa kurang.
Dan kenyamanan ?…….misal kalo lo mo beli mobil di Jkt dgn alasan kenyamana krn ga suka berdesak-desakan dlm bus kota justru lo malah nambah membuat kemacetan dan polusi, trus itu nyaman gak ?????
Nyaman ga ketika setiap rumah make AC ???? Bukankah justru mempercepat kerusakan alam ???? bolongin lapisan ozon doang…ini jadi nyaman ato jadi racun ????
Jangan jd individualis intinya, jgn berpikir dari sisi diri kita doang….tapi pertimbangkan msyarakat lain yg juga punya hak mendapatkan kehidupan yg layak.
Qie — October 23, 2006 @ 7:51 pm