Medio Luka
Tiba saatnya kembali meniti awan
Mengarak, melintas bukit-bukit tak bernama.
Tinggalkan bekas luka yg sakitnya masih terasa
Menjemput kematianku…..jemput kematianku………
Tiada yg berubah disini,
Sisa hidupku masih saja terkurung sepi,
Tak satu keramaian seputarku terkecap dalam sanubari
Hanya jejak gerak tanpa suara….
seperti hitam-putih film bisu.
Sudah saatnya kembali melintas ribuan malam
Melepas penat setelah terkurung dalam bentuk yg itu-itu saja !
Dipenghujung sebuah penantian, samar suara-suara bertanya
Apa yg kunanti ????, Apa yg ku cari ????
Dasar merah langit dalam dekap sepi….
Menelaah bisikan angin, belajar menyelami arti
Berdialog dengan jiwa yg belum sepenuhnya mati,
Selamat tinggal, kawan….
Waktunya kembali membawa jasad pergi.
// Untuk semua teman dan sebuah perpisahan….aku tak sebaik yg kau kira

perpisahan tiada arti
karna hanya sekedar kata
karna tidak akan hilang dari memori
karna sudah menjadi bagian dari goresan hidup
karna memang kita harus melangkah
karna kita meneruskan torehan garis hidup
karna kita berusaha tuk hidup
………………………………..
btw…kalo kangen ma gw bilang aja dwonk!!! gak perlu pake kaos dr gw gt deh……
heuheuheuheuheuehue
-' meytri '- — October 18, 2006 @ 12:24 am