Sampah !!!!!






         

October 22, 2006

5:32 AM

Filed under: Uncategorized — hate-qs @ 3:18 pm

Bau tanah basah,

Sebentar lagi kembali ke titik awal langkah berpijak

Ada sedikit getar tuk kembali…..samakah ????

Perubahan terlalu cepat terjadi, juga padaku

Secepat ku melampaui jarak, sekejap merambati waktu.

Cukup lama mematikan rasa,

Terbujur dalam jasad tak berjiwa

Hingga kesepian lebur dalam gaung tak berirama

Telah kukubur semua cerita…lalu mestikah kini tergali ?

Terlalu berat langkah tuk kembali,

Menorehkan perih diatas sayatan luka

Walau kutahu takkan mampu berlari dari masa lalu

Apakah tiada pilihan lain selain menyakiti ?

Seandainya saja dapat kutahan laju malam,

Dan mempersembahkan lara di pucuk gemintang…

Mungkin dapat kuingkari hari

Dan merelakan diri terbakar dipenghujung jaman,

Hingga tiada lara dan nanah luka…

Hanya aku dan kesendiranku

…………………Kembali dalam kesendirianku.

//Jejak luka…………..lebih 24 jam tanpa berpicing mata

October 14, 2006

Medio Luka

Filed under: Uncategorized — hate-qs @ 5:38 pm

Tiba saatnya kembali meniti awan

Mengarak, melintas bukit-bukit tak bernama.

Tinggalkan bekas luka yg sakitnya masih terasa

Menjemput kematianku…..jemput kematianku………

Tiada yg berubah disini,

Sisa hidupku masih saja terkurung sepi,

Tak satu keramaian seputarku terkecap dalam sanubari

Hanya jejak gerak tanpa suara….

seperti hitam-putih film bisu.

021006_1612

Sudah saatnya kembali melintas ribuan malam

Melepas penat setelah terkurung dalam bentuk yg itu-itu saja !

Dipenghujung sebuah penantian, samar suara-suara bertanya

Apa yg kunanti ????, Apa yg ku cari ????

Dasar merah langit dalam dekap sepi….

Menelaah bisikan angin, belajar menyelami arti

Berdialog dengan jiwa yg belum sepenuhnya mati,

Selamat tinggal, kawan….

Waktunya kembali membawa jasad pergi.

// Untuk semua teman dan sebuah perpisahan….aku tak sebaik yg kau kira

October 13, 2006

Catatan Dini Hari

Filed under: Uncategorized — hate-qs @ 3:38 pm

Img_0133 Masih berselimut kabut,

Ribuan cahaya nun diatas sana sebentar lagi pergi

Membawa pesan kesedihan dan tangis ibu bumi

Senandung mantram mengiring baris malaikat menuju pertapaan

21 malam dan tak kujumpai pertandamu………..

Kegelisahan mengepung segala arah,

Pola-pola tak bernama coba beri pertanda

Getar tak biasa terus menumbuk dinding hati.

Ada apa ini ?

Aku masih terus bernaung dirumah duka

Tempat segala sepi berhimpun dan meniadakanku..

Disebuah perapatan, bawah sebuah lampu usang

Hanya sekeping cahaya tergenggam

Sedang aku harus mencari arah pulang

Melewati seribu kelokan dan jutaan malam

Coba membaca misteri ditiap akhir senja

Mungkin bisa kudapati terang menuju arahmu

Atau hanya menyenandungkan syair tanpa arti

Memburamkan makna dibalik kebesaranmu.

Aku rindu……………

October 9, 2006

Baca aja deh………

Filed under: Uncategorized — hate-qs @ 9:15 pm

Pagi kala terjaga, kurangkai larik senyummu di bingkai pagi

Menitipkan syair cinta di setiap jengkal kabut

Meminjam bening warna embun tuk lukiskan cinta

Mencari sayap-sayap malaikat yg meniupkan embun diawal pagi

Mungkin dapat kupinta padanya membawaku pergi

Walau sedetik tuk bersamamu

Merajut keping kebersamaan yg terbatasi waktu.

Atau memohonkan hangat mentari tuk sejenak menahan laju

Hingga waktu terhenti sejenak dan kembali memutar kebersamaan kita.

Tahukah kau ?

Sepercik girangku adalah kesedihan…..

Ketika kutemukan cinta diawal sebuah sekat ruang

Di jedah waktu yg memisahkan kita….

Dan saat pergi, ada nelangsa menggores dinding hati

Meruapkan tangis yg diam dlm ratapnya.

Aku menemukan cinta di awal pagi….

Ketika malam usai memintal cerita kita

Dan bumi masih terdiam dalam damainya

Menyapa mesra mentari yg perlahan melebur mimpi

Dalam gamang kutatap semburat-semburat jingga

Membelah gumpalan-gumpalan lembut sang awan,

Adakah kau menatap langit yg sama dalam perjalananmu, dinda ?

Adakah kelak pertemuan itu kembali mengurai cerita baru ?

Cerita yg lebih indah dari hari kemarin……..

Dapatkah kau rasakan dalamnya cintaku padamu ?

Atau hanya sebatas perasaanku saja ?

Aku ingin menyandarkan bidukku dihatimu,

Menjadi tempat istirah terakhir di sepenggal sisa hidupku.

Aku ingin hanya kau yg menjadi pelita dijalanku…

Bersisian merangkai makna, dan kau selalu ada disisiku

Selamanya……..selamanya………

Karena aku butuh hadirmu, inginkan cintamu….

Cintai aku……..seperti cinta yg kita punya.

October 4, 2006

PENGKHIANAT !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Filed under: Uncategorized — hate-qs @ 2:31 am

Banyak yang berubah, sobat….

Ternyata umur dan kedewasaan tidak menjamin kesadaran kita untuk membuka hati dan nurani untuk berusaha bertahan dengan kebenaran yang dulu pernah kita perjuangkan dijalan, semoga kau masih ingat itu. Bisa jadi kita hanya tersudut oleh keadaan dan berpura-pura lupa (atau tak mau tahu lagi?) dengan cita-cita kita dulu, ingatkah kau, sobat ????

Masih segar dalam penciumanku anyir darah yang mengalir dari tubuh dan kepala teman-teman kita yang ketiban sial terkena pentungan, tersepak, atau yang paling sial terserempet peluru.

Masih terang dalam penglihatanku wajah-wajah bonyok dan biru lebam dari mereka yang baru saja “diamankan”.

Masih tersisa panas dan perih dari lontaran gas airmata dan jelaga hitam yang mengangkasa dalam kesumat amarahku.

Masih ingatkah kau ?!?!?!?!?!?!?!

Dan kini……..

Tiba-tiba seolah tiada kukenali kau,

Kemana larinya semangatmu ketika berkoar-koar dipodium, membakar semangat sahabat-sahabat kita yang sudah terlalu muak dengan ketertindasan dan kesewenangan ????

Kemana perginya nurani yang merindukan keadilan dari sistem yang hanya berpihak pada segelintir golongan ????

Kemarin suara itu membuyarkan memoriku dari peristiwa seputar 8 tahun lalu,

Engkaukah itu, sobat ????

Suaramu masih dapat kukenali….namun nada itu ????

Jiwa itu bukan kau yang dulu !!!!!!!!!!

Nada itu justru mengingatkanku akan sesuatu yang benar-benar membuatku sedih sekaligus muak !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Kaukah itu, sobat ????

“Hallo, bos….apa kegiatanmu sekarang ?”

“Kapan kau balik ke sini ?”

“Mending balik sajalah, ngapain susah-susah tanpa ada kepastian.”

“Kesini sajalah.”

“Jangan takut, saya banyak dapat proyek.”

“Tenang saja, saya kenal beberapa pembesar dan tokoh dipusat.”

“Sudah ada beberapa tender yang saya dapat dari si “anu”, adik menteri “anu”, dia kebetulan teman bertugas di departemen “anu”, sekantor dengan saya.”

“Jangan takut, saya bisa atur. Saya tinggal minta persetujuan mereka.”

“Ok ? Saya tunggu.”

Geraham gemeretak, tiba-tiba amarah kembali membakar dada

Sedih, marah, kecewa….

Separah inikah jaman ?

Merubah jiwa-jiwa merdeka menjadi budak dan manusia-manusia tak tahu malu ?

Maaf, sobat….

Sekarang kita tak sejalan,

Aku bukan makhluk yang semudah itu takluk dengan keadaan

Menjual harga diri demi pemenuhan kebutuhan materiil yang tak pernah ada habisnya,

Tidak, sobat !!!

Aku bukan manusia sepicik itu,

Seharusnya kau tahu……..

Kutinggalkan

kota

kecil itu karena aku muak dengan seputarku

Bukan rahasia lagi banyak kebusukan dan intrik yang semakin menjadi

Dan orang-orang seperti kau akan membela diri dengan nada yang sama ;

“Kita mesti merombak system dari dalam !”

BULLSHIT !!!!!!!

Seberapa lama kau mampu bertahan dengan arus yang menekanmu

Saat kau menyerahkan dirimu untuk masuk dan bergabung didalamnya

Saat itu pula kau jual harga dirimu untuk bisa bertahan !

Bukan rahasia lagi, jika satu suku yang memegang tampuk kepemimpinan tertinggi

Maka otomatis semua posisi-posisi vital ditempati oleh golongannya…

Hah……..FUCK !!!!!!!!

Itu sudah bagian dari sejarah bukan ????

Dan sampai saat ini belum terganti !!!

Senior-senior kita yang dulu memperkenalkan perjuangan kepada kita

Justru sekarang menjadi motor dari kepentingan-kepentingan subjektif

Dan tentu saja, hasilnya adalah posisi bagus dipemerintahan lokal

Dan kantong yang tebal !!!!

Mereka telah mengambil pilihan,

Berpihak pada satu golongan tertentu….bahkan sarat dengan sukuisme

Dan kau kini salah satunya !!!!!!!!!!!!!!!!

Aku pun bisa seperti itu, sobat

Bukan karena tidak ada kesempatan,

Tapi justru aku menghindari gesekan yang terjadi dalam keluarga besarku !

Mereka pernah datang memintaku untuk masuk lewat jalur “istimewa”

Dan tentu saja kutolak dengan marah !!!!!!!

Masih kuingat wajah-wajah memerah

Ketika kulontarkan kata-kata pedas kemuka mereka,

Dan orang tuaku begitu bijak untuk menerima keputusanku

Tapi tidak untuk mereka….mereka malu dan marah

Merasa terhina oleh manusia bego yang baru tamat kuliah.

Yang berani menceramahi mereka mengenai kesamaan hak

Bukan hanya karena dia keluarga si “anu” atau anak dari pembesar “anu”

Tapi lebih dari itu,

Semua mesti lewat jalur yang seharusnya,

Mempunyai moral, kemampuan, dan talenta

Dan kalian mengataiku tak hormat pada orang yang lebih tua !!!!

Kau kutuk aku sebagai ponakan….sebagai cucu yang tak tahu diuntung !!!!

Terserah………aku tak perduli !!!!!!!!

Paling tidak aku bukan golonganmu,

Walau mungkin pertalian darah memang ada

Namun aku berusaha tak mengikuti langkahmu.

Aku mengukir jejakku sendiri, sobat

Dan orang tuaku adalah sosok-sosok bijak yang menyerahkanku pada semesta,

Untuk ditempa dengan kesulitan, bahkan maut sekalipun

Agar mampu menjadi manusia yang utuh.

Mungkin tak punya apa-apa, mungkin tak pernah sempurna,

Namun menjadi jiwa yang bahagia…

Tanpa harus menjadi apa.