Keping Perjalanan
Gorontalo, 1 July 2006
Kembali ku langkahkan kaki beranjak
Setelah ku pahatkan jejak tepat di jantung kota
Ada kisah manis
dan keruh yang terkecap,
Sekedar bersua dan saling berhadapan
Menancapkan congkak di arus jaman.
Dan ku tinggalkan kau…
Tuk kembali jalani kesendirianmu,
Setelah lelah mencumbui malam
Dan menggali makna alam dalam kebersamaan.
Berharap kisah yang tertinggal memberi makna baru,
Bisa jadi tidak berarti apa-apa,
Namun mungkin dapat menjadi dasar untuk kembali berbenah
Karena jaman tak dapat dilawan.
Tiada yang dapat ku berikan padamu,
Karena jiwaku sendiri gersang dengan keberadaan.
Mungkin hanya sekedar merangkai waktu
Dan menularkan kata…..
Namun ku ingin api ini ikut hangatkanmu,
Memberi pijar di jalanmu,
Karena jalan masih terbentang….
Jauh didepan kita.
Aku ingin kau sadar bahwa kau “ada”
Lebih dari yang pernah kau kira,
Dan kita searah di jalan yang berbeda.
Muskil untuk tak saling terjaga
Karena kita punya rasa yang lebih
Yang hanya terjabar dalam rasa yang diam,
Bukan sebatas kata..
Lanjutkanlah hidupmu,
Teruslah hidup…
Meski kelak nyawa meretas dalam keterbatasan.
Namun kita tak pernah mati,
Tak pernah benar-benar mati !!!!
Karena kita adalah penyaksi.
* To everyone on Gorontalo, expecialy Gorontalo Punks
Schene.