KARAT
Perlahan rasa letih mulai mendera………
Dapat kurasakan betapa penat merajai sel-sel syarafku
Tiada jeda waktu ketika keinginan membelenggu untuk
melakukan suatu
Dan tanpa sadar ku ajak raga berlari tanpa letih
Menembus jedah ruang dan waktu………
Dan ketika semua mulai usai,
Hanya desah nafas dan tetesan peluh yang membanjiri tubuh.
Duniaku tiba-tiba berputar…..
Kuraih apa saja yang mampu kuraih
Sekedar menopang berat tubuh,
Menenangkan diri sejenak tuk beranjak,
Bayang itupun tiba-tiba melintas dalam gamang………
Aku tahu kau tak ingin melihatku seperti ini,
Tanpa daya mencoba meraba ruang tuk mencari arah
Sebab pandang mengabur dan hanya kau yang perlahan mewujud
diotakku
Perlahan denyut nadi mereda,
Dan senyum itu……….
Seperti oase ditengah tandusnya kukungan waktu,
Kuhimpun sejenak tenaga dan kubakar menjadi gerak perlahan
Seperti tertatih….mungkin terhuyung…….
Entah………aku tak mampu mengingatnya
Ku sandarkan tubuh sejenak tuk istirah
Manatap langit-langit dengan mata mengabur
Mengatur nafas yang tersengal di kerongkongan
Aku sadar….aku semakin sekarat.
Hingga dalam lirih kubisikkan kata……..
“Tuhan, masih belum saatnya………………”
1:48 pm