Untuk Seorang Teman
Jakarta, 12 Mar. 06
Di pojok Tomang, Grogol.
Asap sesekali mengepul dari desah
nafasku,
walau batuk yang menggerogoti semakin
menjadi…..
Banyak cerita di sini,Sar….tapi aku
sangsi untuk berbagi denganmu,
Ya……aku sangsi !!!!
Telah banyak yang berubah,Sar….
teman-teman yang kemarin ku kenal sudah
tak lagi terkenali,
semua sudah berubah….tak seperti dulu
tapi toh mungkin memang harus begitu
bukan ?
Bukankah jaman itu berubah ?
Hanya mungkin aku saja yang enggan
mengikuti jaman,
mungkin………..
Sar, ada beberapa tulisan walaupun
tidak semua
yang sempat aku sertakan karena seluruh
Filenya dalam
PC di Bekasi, juga beberapa foto yang
sempat terekam
di sepenggalan jalan, bukan untuk
apa-apa,
hanya sekedar mengingatkan seorang
teman
yang semoga saja masih menjadi teman.
Ada juga beberapa versi anti virus yang
aku masukkan,
tapi mungkin lebih baik pakai McAffee
saja, lebih familliar.
Oh ya, beberapa lagu yang mungkin kamu
suka n’ satu file lagunya
KOIL yang pasti kamu kurang (atau
sangat tidak) suka,
tapi yah seperti
tadi………….sekedar mengingatkan kalau
kamu pernah punya teman yang suka sama
KOIL.
Pasti kau bertanya,
kenapa masih dijalani padahal segalanya
tak pasti disini ?
Hmmm, karena dengan begini aku memaknai
hidupku,
berjalan dan terus berjalan.
Sar, banyak yang mengajakku tuk kembali
(mungkin juga kau),
tapi entahlah….keinginan itu seperti
mengabut bahkan tak ada.
Ada ketakutan tuk kembali, mungkinkah
disana tetap seperti dulu ?
Tiada yang berubah seperti saat merasai
hari seperti dulu
atau hanya untuk merangkai sepi seperti
disini ?
Aku tak ingin kembali untuk sesuatu
yang tak pasti
walaupun disini juga tiada kepastian,
setidaknya aku banyak belajar dari
kesendirian dan kesepianku kini.
Sar, masih adakah air mata yang tersisa
untuk kesedihan ?
Kepedihan ?
Jika ya, ajari aku………
bagi denganku, karena air mata telah
membatu !!!!!!!!!!!!!!!!!
Banyak yang bercerita padaku tentang
keluh,
tentang kesah…….
seperti dulu.
Tapi batinku tak lagi dapat meresapi
kesedihan mereka,
merasai kepedihan mereka ,
adakah yang salah denganku ?
Hmmm………aku banyak berceloteh yah
?
Ya sudah, benahi harimu…….tak perlu
baik,
tak perlu indah,
yang penting bermakna.
Bukankah itu yang seharusnya kita
penuhi di dunia ?
Karena tanpa makna, hidup tinggal
percuma…..sia-sia belaka.
Oh ya, ada sebagian dari tulisan yang
aku sertakan terinspirasi
dari pertanyaanmu dulu, baca
saja……kau akan tahu mana yang ku maksud.
Salam buat semua teman-teman yang masih
mengingatku,
Katakan jika nama-nama mereka telah
terpahat utuh di hatiku,
termasuk kau !
Sar, tak terasa kedewasaan telah
menjadikan ikatan jiwa merenggang,
tak kau rasakah ?
Semoga tidak seperti itu…………
Malam….
Kala bulan tertutup awan,
nice banget…Qie!
i love the way you express yours by those words….
nina — March 16, 2006 @ 5:46 am
Thanx….that’s just what I express what I felt.
Qie — March 25, 2006 @ 10:29 pm
very nice word…
sukaa banget..
yuyun — May 25, 2006 @ 6:52 pm