Kerdil !!!!!!!
Taman III Jatimulya…..
Ternyata masih banyak dari kita membentengi laku dengan kemuliaan ajaran
Ternyata masih banyak yang sekedar mengadopsi dan memandang hanya dari satu sudut pandang pembenaran,
Terlalu egois memang………………
Terlalu picik dalam meresapi
Terlalu dangkal untuk mengerti
Seharusnya tak perlu mengatasnamakan kemuliaan ajaran jika ternyata laku kebajikan tak seturut dengan ikhlasnya niat……………
Kenapa tidak di jalani sewajarnya saja ?
Tak perlu membela diri dengan kutipan kata-kata bijak yang tak sesungguhnya teresapi,
Jalani saja….benar salah adalah miliknya,hanya dia yang mampu menyelami dalamnya nurani………….tiada kebohongan yang dapat tertutupi.
Apakah kita telah kehilangan rasa malu pada diri sendiri ?
Hanya karena status sosial dan tuntutan hidup
Atau…….bisa jadi sebentuk kekecewaan atas keinginan yang tak seturut kenyataan
Aku bukan Brahmana, Pastor, atau seorang suci,
Bukan pula seorang Nabi atau Wali……….
Aku hanya orang biasa yang belajar menyelami hidup sewajarnya
Bukan penentu benar dan salah,
Aku hanya seorang penyaksi yang bercerita tentang sebuah kesaksian,
Tidak sedang menghakimi atau mencaci….
Sekedar berbagi secarik kisah yang terpahat dalam untai masa
Terkadang segala yang kasat mata tak seindah adanya
Kadang kala kesucian hati tak di pandang dari pakaian apa yang dikenakan,
Ajaran apa yang di anut atau asal-usul garis keturunan.
Bukankah telah banyak kita temui pengecut-pengecut yang bersembunyi dibalik ajaran-ajaran suci untuk pembenaran laku yang bertentangan dengan ajaran keyakinannya.
Bukankah agama saat ini telah dijadikan tameng untuk menjadi Hakim Kehidupan ?
Mengutip separuh ayat-ayat suci untuk memperturutkan nafsu………..
Meneriakkan kebesaran Sang Pencipta sambil melakukan pembantaian, premanisme, dan arak-arakan yang katanya untuk membersihkan umat dari geliat dosa……
Niatan yang baik dengan cara yang tak masuk akal !!!!!!!!!
Namun mereka punya ratusan atau puluhan ayat yang di jadikan tameng untuk membenarkan setiap tindakan yang jelas-jelas tidak rasional………………
Meneriakkan kebesaran Sang Khalik dengan kesumat yang membakar…….
Masyarakat Jahiliyah yang berkedak agamais ?
Atau Agamais yang berkedok Jahiliyah ?
Entahlah……..
Pernah tidak kita coba renungkan,
Lebih sulit menyadarkan suatu kaum yang sesat di bandingkan memusnahkannya ?
Dan bukankah semuanya tetap sama di mata Sang Pencinta ?
Karena setiap kita telah diperimbangkan dalam Hisab……karena kebenaran adalah mutlak kepunyaanNya
Mengapa mesti tercipta perbedaan jika Sang Pencipta dapat menciptakan keseragaman ?
Mengapa mesti gentar dengan arus perubahan jaman sedangkan pilar-pilar keimanan menancap kukuh dalam hati……….atau kita justru ragu dengan kebenaran kelak ?
Mengapa kita tidak coba instrospeksi diri……..
Menilik ruang batin yang terdalam, mengesampingkan ego dan dogma
Telah sucikah kita menghujat ?
Benarkah kita ketika menyalahkan ?
Persiapkan saja kematian kita sembari menggenggam kebenaran yang kita punya,
Tak perlu memaksakan kebenaran kita untuk mereka yang telah di tutupkan penglihatannya, penciumannya, pendengarannya dari suara-suara kebenaran…..
Berdoalah……..semoga kebenaran kita benar-benar sebuah kebenaran disisiNya