Gelap
Jutaan benalu tanya menyeruak di otakku
Betapa langkah ini bimbang memilih jalan di sebuah persimpangan….
Ketukan buku jari yang telah membuka pintu sebuah cakrawala telah mendetingkan minor nada jerat kebingungan.
Aku telah membuat langkah, sobat…..
Memasuki dunia yang lebih kejam dari apa yang kita jalani di trotoar jalan
Lebih sadis dari pertarungan hidup-mati dalam labirin malam
Saat kudapati diriku nyaris separuh mesin bernyawa
…………
………….
……..
………….
Aku takut, sobat…
Akankah nurani yang masih terjaga dari ketamakan dan sinisme dunia akan tenggelam dalam putaran binalnya ketamakan ?
Apakah aku masih dapat merasai peluh yang menetesi wajahmu ketika mentari menikam legam kulitmu ? sedangkan aku tengah duduk dalam satu bilik sedingin musim gugur.
Apakah masih dapat kurasakan keresahan dan kemarahanmu ketika razia Tantib memporak-porandakan mimpi-mimpi yang belum teraih ? sedangkan aku terjaga oleh seremonial sekuriti sistem yang memuakkan !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Apakah aku akan lebih dihormati dalam balutan kain berdasi ?
Sedangkan sekelilingku tidak lebih baik dari hatimu, sobat…….
Pantaskah aku bersanding dengan nyawa yang telah kehilangan jiwa ?
Yang telah membutakan hatinya akan sekeliling
Menyadari bila masih ada manusia yang hanya melihat dengan matanya
Yang telah kehilangan rasa tuk pahami dan mengerti.
Jujur aku muak dengan kebohongan…………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Ketika topeng-topeng indah mesti terpasang di raut yang seharusnya sejernih telaga
Ketika keindahan tampak telah menutupi amoral dari sebagian kita
Dua anak perempuan cilik yang mengamen dalam bus yang panas dan berisik mengingatkanku pada kerasnya hidup yang mesti di jalani. Ketika iba justru semakin membuatku menyadari jika belum banyak yang dapat kulakuan untuk merubah situasi.
Pekat malam di Pasar Rebo….
Lengang jalan dan laju bus yang kutumpangi seperti malas lalui hari
Lima malam bulan menghias langit kelam
Himpitan resah yang mengangkangi benakku belum juga dapat ku ajak berlari.
Sulutan api tuk sekian kali coba kuresapi….sekedar hangati malam
Atau mungkin dapat cairkan resah………entahlah,
Aku terpasung dalam pusaran waktu seolah tak berujung….
Masih dengan kesendirianku….
Coba mencari jawab dari ribuan tanya yang menyeruak
Meraba arah yang semakin menyesatkan……
Arggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhh…….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!