Gumpal Pekat !!!!
Medio Jakarta, 11 September 2005
Satu simpang di pojok Fatmawati…
Pekat malam….langkah ini masih tertatih melawan masa
Tiada rasa letih menyakiti…hanya kecamuk badai yang mengental di simpang nadi
Aku membenci esok dan matahari
Ketika peluh meruapi kelam hidup dan matikan rasaku
Nurani membatu !!!!!!!!!!!!!
Aku menantang hidup dengan kepal erat tergenggam
Bongkahan amarah dan dendam biaskan iblis hitam di otakku
Gumpalan asap ku lepas meruapi udara
Berhela……sekedar melepas sesak yang menekan dada
Ku susuri malam…………Menerawang
Berusaha mencari kesejatian ditiap persinggahan yang belum juga usai
Sedangkan waktu terasa beranjak semakin jauh…tiada berpihak padaku
Telah banyak kutemui yang sehati….namun tiada sejati
Mungkin di persimpangan selanjutnya….di perhentian selanjutnya
Atau di balik kerikil terakhir yang terhempas boots tuaku.
Entahlah……………
Aku tak perduli !!!
Aku tetap menyalakan api
Menghangati tiap sudut hati
Walau pertemuan dan perpisahan menggenang
Membayang dalam setiap detik dan terekam denyut waktu
Tapi aku tak perduli……..Sebab aku tetap sendiri !!!!
Masih adakah beda antara kawan dan lawan ?
Sedang aku mencintai keduanya,
Sama mengumpat dan mencaci dalam tawa atau amarah
Seperti senyawa doa dan dosa yang bersemayam dalam jiwa
Bergumul dalam kesah namun tak bersetubuh !!!!
Di sudut Pondok Labu……….
Aku mengamati jalan yang tidak terlalu lengang
Pagi sebentar lagi menjemput malam
Dan aku tiada sedikitpun melabuhkan jiwa dalam lelap
Awan hitam merundung hati akan cintanya pada malam
Ku tunggu kau esok tuk menjelang !!!!!!!!!!